Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018
Nama    : Lina Muntasiroh Npm     : 15120389 Siang kemarin begitu menarik, berbicara tentang manusia dan penciptaannya. Diawali dengan perdebatan pernyataan pakar dan segala bentuk analoginya. Jika menurutku menulis adalah sebuah ketrampilan yang menghasilkan karya dan didalam yang kuikutsertaan ruh agar tulisan ku bisa hidup. Barthes menyebut bahwa setelah mengahasilkan karya penulis itu akan mati, dan karya nya lah yang akan terus hidup. Namun, kurang sesuainya pernyataan diatas jika dipadu padankan dengan penciptaan Al Qur’an. Bagaimana kita bisa menganggap Allah SWT mati, sedang Allah memiliki sifat Baqa yang berarti kekal. Jika benar-benar memahami hakekat filsafat, kia pasti mampu memahami hal-hal yang diluar batas kewajaran. Penciptaan akal yang sedemikian rupa. Kenapa diciptakan pula hati dan nurani, bahkan adanya nafsu. Kecenderungan dalam memperdalam ilmu filsafat tak jarang membuat para filsuf dianggap terlampau berbeda dengan manusia pada umumnya...
Pendidikan dan Pengajaran Oleh : Lina Muntasiroh Banyak sekali definisi yang diberikan terkait Pendidikan mulai dari pakar, filsuf, akademisi,  sampai politisi. Hanya saja tak semua memahami betul apa hakekat pendidikan itu, bagaimana ruang lingkupnya dan apa saja elemen yang termuat didalamnya. Pembodohan siswa yang tersistematis buku karya Joko Susilo yang pernah saya baca mendetail sekali menjelaskan bobroknya segudang aturan yang ada dinegara ini. Mulai dari obral ijasah, jual beli nilai, mengubah kurikulum, guru yang tidak berkualitas dan orientasi bisnis dalam pendidikan menjadi pelengkap rusaknya pendidikan kita selama ini. Sekolah dalam anggapan banyak orang tua mungkin merupakan harapan satu-satunya bagi pendidikan anak agar dapat meraih masa depan yang gemilang. Namun, celakanya harapan tersebut tampaknya mulai sirna. Sekolah tidak lagi berdaya untuk memberikan harapan-harapan juga tidak berdaya menghasilkan manusia yang tangguh menghadapi tantangan baik moral maupun i...